Langsung ke konten utama

mengenang masa* sd dan gila gila an ! XDD

sabtu , 12 maret 2011 .
ini hari terakhir mid semester 2 .
aku pulang bareng intan , anting , winta , billi
pada mau naeg tj , tapi kalo billi gatau tu mau kmana
tadi nya ada sheila , tapi sheila pulang sama papi nya tersayang deh haha

berawal dari intan yang pengen beli ice cream .
intan : eh , aku mau beli ice cream
aku : beliin
intan : iyaiya
anting : aku mau vineta (iya gak ya?)
intan : GAKMAU !
winta : wush intan sugiihhhh
intan : iya dongss , billi gakusah ya
billi : iya , aku lagi pilek #rencana intan buat ngerjain billi gagal deh

-SESUDAH BELI ICE CREAM-
intan makan dengan lahap nya ,
padahal ice nya dia gede buanget -,- #dia emang nggragas

intan : eh , di makan disini aja ya .
all : okeee

gatau yg mulai siapa , pembicaraan berubah menjadi kenangan saat sd
mulai dari anting yang BUAT BUKU = CARA CARA JITU UNTUK MENEMBAK RIO . dari part 1 sampek 6 -,-
dari intan yg MARAH SAMA ANTING GARA* ANTING MEREBUT RIO DIVELA .
winta dan anting juga ternyata pencinta sejenis . HAHAHA
VIVIN YANG MARAH SAMA INTAN DAN NGELARANG INTAN DEKET* RIO .
VIVIN DAN WINTA YANG REBUTAN BERTUS .
KEPALA NYA ANTING KEJEDUK POT GANTUNG SAMPEK NANGIS HAHAA

dan masih banyak lagi ! :D
jadi kangen sama kalian semua dan KENANGAN BERSAMA TEMAN* SD KANSAS '09 .


MISS YOU ALL !! :')

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Beautiful Mind and Split

Salah satu tugas dari mata Kuliah Psikologi Klinis yang saya dapat adalah meriview film A Beautiful Mind dan juga Split. Bagi kalian yang belum pernah menonton dan tertarik atau penasaran dengan bagaimana kehidupan dari seseorang yang mengalami gangguan psikologis, film-film ini dapat memberikan gambaran dan membuat kita semakin bersyukur akan kehidupan yang telah kita miliki.         Kedua film tersebut memiliki genre yang berbeda, A Beautiful Mind ber- genre Biografi - Drama sedangkan Split ber- genre Thriller - Psychological Horror. Meskipun begitu, kedua film tersebut sama-sama menceritakan tentang kisah perjuangan hidup seseorang yang memiliki gangguan mental. Ialah John Nash di film A Beautiful Mind, seorang matematikawan jenius yang mengalami gangguan Skizofrenia yaitu gangguan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku sehingga membuat John sulit membedakan antara kenyataan dan pikirannya send...

Note!

Bukan masalah siapa yang meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan, Tetapi masalah siapa yang bisa mengambil hikmah dari apa yang sudah terjadi dan bisa dengan dewasa menjalani resiko tanpa melukai pihak lain serta kenangan yang telah terlukis. Bukan hidup namanya, kalau tanpa perubahan. Proses memang penting dan patut kita hargai karena kemampuan setiap orang untuk menjalani proses itu berbeda-beda. Yang lebih penting, jangan pernah melupakan pengalaman yang telah menjadi guru terbaik, termasuk setiap orang yang terlibat di dalamnya. Jangan menjadi kacang yang lupa kulit setelah menemukan kebahagiaan yang baru. Ingat, roda itu berputar bukan? Jangan sampai roda penyesalan datang terlambat. Jangan merusak relasi, lupakah dulu bagaimana usahamu untuk membangunnya? 😋 A.

Terima Kasih

Aku mencintaimu dengan tulus, karena hanya itu yang aku punya untukmu Aku menjagamu dengan kasih, karena hanya kasih yang dapat ku gunakan untuk melindungimu Aku menyanjungmu dengan tingkah ku, karena tak ada kata yang mampu ku ucapkan ketika aku bersama mu Selama ini kau kira aku tidak pernah memikirkanmu, bukan?  Kau salah, kau adalah rencana masa depan yang sudah aku persiapkan Dulu. Kau adalah doa terbesar dari setiap rencana masa depan ku Kau anugerah terindah yang pernah aku genggam Tak pernah lupa ku sebut namamu di dalam setiap doa ku Terlalu ku pandang langit, hingga lupa ku masih menginjak tanah Maafkan aku yang terlalu egois Ingatlah, ketika ada orang yang meragukan mu, berbaliklah ke belakang, maka kau akan menemukan aku Aku masih sama seperti dulu Tak pernah ragu, bahwa kau adalah pria yang sangat hebat Sungguh Aku tetap akan mendukung dan mendoakan yang terbaik untukmu Tenang, aku takkan berdoa agar kau kembali padaku Aku men...