Langsung ke konten utama

Setidaknya Aku

Setidaknya bukan aku yang mencintai lalu kemudian melukai dan menodai.
Setidaknya bukan aku yang menimpa kepercayaan dengan ketidakjujuran dan omong kosong belaka.
Setidaknya bukan aku yang mengatakan tak akan pergi ke mana-mana dan akan selalu ada lalu hilang entah ke mana.
Setidaknya bukan aku yang selalu mencoba melarikan diri dari masalah-masalah yang ada.
Setidaknya bukan aku yang lebih dulu mencoba memiliki lalu pergi tak tahu diri.
Setidaknya bukan aku yang sangat berjuang masuk dalam hidupmu lalu berusaha keluar dengan mudah.
Setidaknya bukan aku yang mengucap janji manis lalu kemudian mengingkari.
Setidaknya bukan aku yang menimpa kepercayaan dengan ketidakjujuran.
Setidaknya bukan aku yang dengan mudah melupakan semuanya yang telah kita bangun bersama selama ini.
Setidaknya bukan aku yang bilang rindu lalu membuat segalanya menjadi pilu.
Setidaknya bukan aku yang mengangankan masa depan lalu membuat kita kehilangan jalan pulang.
Setidaknya bukan aku yang mengatakan: aku menyayangimu - lalu menaburkan duka dan luka mendalam setelahnya.
Setidaknya bukan aku yang tiba-tiba datang lalu bertingkah seperti seseorang yang hilang ingatan. Setidaknya bukan aku yang berbicara manis lalu membisu dalam kepahitan yang berkepanjangan.
Setidaknya bukan aku yang menelan ludahku sendiri dan pergi tanpa penjelasan.
Setidaknya bukan aku yang mengingat 1 luka di atas ribuan kebaikan.
Setidaknya bukan aku yang dengan mudah berpaling dan dengan mudah pula mengatakan tak ada yang abadi.
Setidaknya bukan aku yang menghancurkan jalanku sendiri diatas perjuangan yang dibangun dan di raih  bersama.
Setidaknya bukan aku yang egois demi kebahagiaanku sendiri dan membuat orang yang mengasihiku sakit hati.
Setidaknya bukan aku yang pergi tanpa penjelasan dan tidak peduli dengan semua orang yang percaya padaku.
Setidaknya bukan aku yang mengatakan akan selalu peduli lalu berpindah hati secepat mungkin.
Setidaknya bukan aku yang menyalahkan perasaan karena semua yang telah terjadi.
Setidaknya bukan aku yang mengucapkan ayat-ayat Tuhan lalu berperilaku seperti setan.
Setidaknya aku tidak melukai karena aku sadar luka itu menyakitkan.

Kamulah yang berdiri di situ, di posisi yang tidak pernah aku inginkan.
Tetapi jangan lupa kalau aku juga tetap ikut menelan setiap bagiannya, karena tidak ada patah hati yang dilewati oleh sebagian hati.
Jangan lupa bahwa aku sangat berusaha untuk bangkit dan dengan mudahnya kamu menghancurkan pondasi semangatku.
Saat kamu mengingkari, maka aku akan ikut tersakiti.
Saat kamu yang memilih untuk berlaku salah, maka aku akan ikut merasakan lelah.
Saat kamu memilih untuk berubah, maka aku yang akan merasakan dampaknya.
Saat kamu memilih untuk berhenti mencintai, maka hidupku seketikapun ikut berhenti berputar.
Walau aku tak ingin merasakannya, mereka tetap memelukku tanpa jeda.
Walau aku ingin melupakannya, mereka tetap datang dan tak pernah bisa pergi.

Memang aku yang menyayangimu dengan sungguh-sungguh dan kamu sekarang tidak memedulikannya.
Memang aku yang memilih memercayaimu dengan seutuhnya percaya dan kamu tidak pernah memintanya.
Namun, apakah kamu tidak pernah punya keberanian untuk mengakhiri semua ini dengan lebih bijaksana dan dengan kejujuran?
Apakah kamu tidak pernah punya keberanian untuk menjadi seorang pria dan bukan hanya menjadi seorang laki-laki?
Tanpa perlu menghilang.
Tanpa perlu dengan sengaja menghapusku diam-diam.
Tanpa perlu berbohong dengan semua kata-kata manis yang terucap.
Tanpa perlu membuat kita menjadi dua orang yang tidak lagi saling menyapa.
Tanpa perlu membuat rindu menjadi sesuatu yang begitu berat untuk dihadapi.
Tanpa perlu membuat luka kehilangan dan keinginannya untuk terlupa.
Tanpa perlu membuat sesal menjadi sesuatu yang tak juga usai.
Tanpa perlu membuat benci menjadi pelarian dari cinta yang tiba-tiba kehilangan rumahnya.
Tanpa perlu membunuh karakter seseorang secara perlahan.
Tanpa perlu melukai semua hati yang peduli.

Aku tak pernah ingin membuatmu menjadi seseorang yang begitu menyakitkan untuk diingat.
Aku tak pernah ingin membuatmu menjadi seseorang yang begitu sulit untuk dilupakan.
Aku tak pernah ingin membuatmu menjadi seseorang yang terlalu kurindu hingga sesak dadaku.
Aku tak pernah ingin membuatmu menjadi seseorang yang terlupa karena pada akhirnya aku lelah untuk berdoa.
Aku tak pernah ingin membencimu karena aku tidak punya pilihan lain untuk mengakhiri segalanya.

Cinta memang bukanlah sesuatu yang bisa kita genggam dan serta merta kita tak akan pernah kehilangannya.
Cinta memang bukanlah sesuatu yang bisa kita percaya dan serta merta kita tak akan pernah kecewa.
Cinta punya banyak wajah, punya banyak kepentingan, punya banyak angan-angan, dan punya banyak keputusan yang mungkin tidak pernah kita bayangkan bahwa cinta mampu memilih itu.

Bukan lantas kita tak pernah pantas untuk dilukai karena luka adalah bagian dari hidup yang perlu ada untuk kita jalani.
Agar kita bisa melihat segala kebaikan dengan lebih berharga. Agar kita bisa menerima janji dengan lebih bijaksana.
Agar kita bisa melihat bahwa ia tidak pantas untuk kita.
Agar kita bisa melihat bahwa harga tidak akan menghianati rasa, dan semua yang datang dengan mudah juga akan berakhir dengan mudah.
Agar kita bisa melihat kerja Tuhan dari hukum tabur-tuai yang dilakukan seseorang.
Agar kita bisa senantiasa mencintai dengan sepenuh kejujuran, karena kita tahu bahwa kebohongan adalah wajah cinta yang paling rendah.


***


Kutipan di atas adalah karya mbak Falafu dari bukunya yang berjudul "Memberi Jarak pada Cinta dan Kehilangan-kehilangan yang Baik" beserta sedikit bumbu dari karyaku yang aku tuangkan di sana. Sedikit review, buku tersebut sangat memotivasi ku untuk bangkit dari keterpurukan yang sempat menghampiri sejenak. Memberi aku banyak pelajaran akan hal yang namanya cinta.

Mengajari ku bahwa cinta punya banyak muka, dan jangan lah menggenggam hati yang sudah tidak mau di genggam.

Lepaskan semua yang menghambatmu, berkumpullah bersama dengan orang-orang yang membuat mu berani, berani untuk bahagia.

A.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunyi

Ku terbangun dari tidur panjang Menanti harapan Namun ia tak jua datang Ku berjalan memperhatikan sekitar Semua terpaku pada ego mereka Bahkan tak sadar akan adanya aku Ku mencoba mendekat Namun gusar yang ku rasa Mengapakah ini? Apakah aku tidur terlalu lama? Aku mencoba tertidur kembali Barang kali ini hanya mimpi Namun, yang ku dapat hanya pilu Inilah kenyataan Mungkin benar aku tertidur terlalu lama Kini ku bangun dan sunyi yang ku rasa Mencoba kembali namun tak lagi sama Mungkin aku belum terbiasa Merasa sendiri dikeramaian Di tengah sunyi yang menerpa Ada hikmah yang terlihat Bahwa hidup tak pernah sama Yang sama hanya aku Yang perlu terus belajar dari pengalaman Bahwa hanya aku pula yang takkan meninggalkan

the one that got away - katy perry

Summer after high school when we first met We make out in your Mustang to Radiohead And on my 18th Birthday We got matching tattoos Used to steal your parents' liquor And climb to the roof Talk about our future Like we had a clue Never planned that one day I'd be losing you In another life I would be your girl We'd keep all our promises Be us against the world In another life I would make you stay So I don't have to say You were the one that got away The one that got away I was June and you were my Johnny Cash Never one without the other we made a pact Sometimes when I miss you I put those records on (Whoa) Someone said you had your tattoo removed Saw you downtown singing the Blues It's time to face the music I'm no longer your muse But in another life I would be your girl We'd keep all our promises Be us against the world In another life I would make you stay So I don't have to say You were the one that go...

A Beautiful Mind and Split

Salah satu tugas dari mata Kuliah Psikologi Klinis yang saya dapat adalah meriview film A Beautiful Mind dan juga Split. Bagi kalian yang belum pernah menonton dan tertarik atau penasaran dengan bagaimana kehidupan dari seseorang yang mengalami gangguan psikologis, film-film ini dapat memberikan gambaran dan membuat kita semakin bersyukur akan kehidupan yang telah kita miliki.         Kedua film tersebut memiliki genre yang berbeda, A Beautiful Mind ber- genre Biografi - Drama sedangkan Split ber- genre Thriller - Psychological Horror. Meskipun begitu, kedua film tersebut sama-sama menceritakan tentang kisah perjuangan hidup seseorang yang memiliki gangguan mental. Ialah John Nash di film A Beautiful Mind, seorang matematikawan jenius yang mengalami gangguan Skizofrenia yaitu gangguan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku sehingga membuat John sulit membedakan antara kenyataan dan pikirannya send...