Langsung ke konten utama

Semu

Jam dinding terus berdetik
Menandakan waktu terus berjalan
Kekecewaan masih melekat
Namun harum kebahagiaan tengah di hirupnya


Membuat orang hilang arah
Hingga logikapun mati dibuatnya
Ia berjalan seperti melayang di udara
Padahal ia sedang menginjak bara
Iya, itulah yang terjadi ketika orang sedang jatuh cinta


Sempat terkira ku lihat kilau
Namun piluku rasa karena itu hanya angan
Ku rasa aku telah menggenggam harapan
Apa daya ternyata itu hanya asa
Ternyata semua itu bayangan


Mengingatkan aku akan gadis kecil yang sedang tumbuh
Menaburkan harapan di setiap langkah kakinya
Kurang sering ia bersyukur
Hingga lupa akan daratan
Dan kini, Tuhan menegur dengan memberi harapan semu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunyi

Ku terbangun dari tidur panjang Menanti harapan Namun ia tak jua datang Ku berjalan memperhatikan sekitar Semua terpaku pada ego mereka Bahkan tak sadar akan adanya aku Ku mencoba mendekat Namun gusar yang ku rasa Mengapakah ini? Apakah aku tidur terlalu lama? Aku mencoba tertidur kembali Barang kali ini hanya mimpi Namun, yang ku dapat hanya pilu Inilah kenyataan Mungkin benar aku tertidur terlalu lama Kini ku bangun dan sunyi yang ku rasa Mencoba kembali namun tak lagi sama Mungkin aku belum terbiasa Merasa sendiri dikeramaian Di tengah sunyi yang menerpa Ada hikmah yang terlihat Bahwa hidup tak pernah sama Yang sama hanya aku Yang perlu terus belajar dari pengalaman Bahwa hanya aku pula yang takkan meninggalkan

A Beautiful Mind and Split

Salah satu tugas dari mata Kuliah Psikologi Klinis yang saya dapat adalah meriview film A Beautiful Mind dan juga Split. Bagi kalian yang belum pernah menonton dan tertarik atau penasaran dengan bagaimana kehidupan dari seseorang yang mengalami gangguan psikologis, film-film ini dapat memberikan gambaran dan membuat kita semakin bersyukur akan kehidupan yang telah kita miliki.         Kedua film tersebut memiliki genre yang berbeda, A Beautiful Mind ber- genre Biografi - Drama sedangkan Split ber- genre Thriller - Psychological Horror. Meskipun begitu, kedua film tersebut sama-sama menceritakan tentang kisah perjuangan hidup seseorang yang memiliki gangguan mental. Ialah John Nash di film A Beautiful Mind, seorang matematikawan jenius yang mengalami gangguan Skizofrenia yaitu gangguan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku sehingga membuat John sulit membedakan antara kenyataan dan pikirannya send...

Note!

Bukan masalah siapa yang meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan, Tetapi masalah siapa yang bisa mengambil hikmah dari apa yang sudah terjadi dan bisa dengan dewasa menjalani resiko tanpa melukai pihak lain serta kenangan yang telah terlukis. Bukan hidup namanya, kalau tanpa perubahan. Proses memang penting dan patut kita hargai karena kemampuan setiap orang untuk menjalani proses itu berbeda-beda. Yang lebih penting, jangan pernah melupakan pengalaman yang telah menjadi guru terbaik, termasuk setiap orang yang terlibat di dalamnya. Jangan menjadi kacang yang lupa kulit setelah menemukan kebahagiaan yang baru. Ingat, roda itu berputar bukan? Jangan sampai roda penyesalan datang terlambat. Jangan merusak relasi, lupakah dulu bagaimana usahamu untuk membangunnya? 😋 A.